Jumat, 07 Juli 2017

Curriculum Vitae

Daftar Riwayat Hidup

 Data Pribadi

 Nama Lengkap                       : Nurul Husaidah
Tempat/Tanggal Lahir               : Bangkalan Madura, 12 Maret 1997
Alamat                                     : Jalan A Rahim, RT 01/RW 03 Meruyung,  Limo, Depok
Asal Kota                                : Bangkalan
Agama                                     : Islam
Jenis Kelamin                           : Perempuan
Golongan Darah                       : B
Kewarganegaraan                    : Indonesia
Status                                      : Pelajar
Email                                       : Husaidah12nurul@gmail.com

Pendidikan Formal 

1.    MI Hayatul Islamiyah Meruyung, Depok (2003 – 2009)
2.    SMP Islam Yapkum, Depok (2009 – 2012)
3.      SMA Negeri 6 Depok (2012 – 2015)
4.      S1 Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma (2016 – Sekarang)

Organisasi 

1.      Wakadif Divisi Rose, Rohis SMA Negeri 6 Depok 2013 - 2014
2.      Pramuka





Neraca Pembayaran terhadap Negara Chili - Indonesia



2006 merupakan tahun rekor bagi perdagangan Chili. Keseluruhan perdagangan membukukan kenaikan 31% pada tahun 2005. Selama tahun 2006, ekspor barang dan jasa sejumlah $ 58 miliar, yakni kenaikan sebesar 41%. Gambaran ini didistorsi oleh meroketnya harga tembaga. Pada tahun 2006, ekspor tembaga mencapai catatan bersejarah sebesar $ 33,3 miliar. Impor sejumlah $ 35 miliar, suatu peningkatan sebesar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian, Chili mencatat neraca perdagangan yang positif sebesar $ 23 miliar pada tahun 2006. Chili adalah negara pengekspor anggur terbesar ke-5 dan produsen anggur terbesar ke-8 di dunia

            Tujuan utama ekspor Chili adalah Benua Amerika ($ 39 miliar), Asia ($ 27,8 miliar), dan Eropa ($ 22,2 miliar). Berdasarkan urutan pembagi-bagiannya, pasar ekspor Chili adalah, 42% ekspor menuju Benua America, 30% ke Asia, dan 24% ke Eropa. Dalam jejaring hubungan dagang Chili yang beraneka ragam, mitra terpentingnya adalah Amerika Serikat. Keseluruhan perdagangan denga Amerika Serikat adalah sebesar $ 14,8 miliar pada tahun 2006. Sejak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Serikat-Chili mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2004, perdagangan Amerika Serikat-Chili telah meningkat sebesar 154%. Pemerintah Chili menunjukkan bahwa meskipun sedang menghadapi faktor inflasi yang tinggi dan harga tembaga yang juga tinggi, perdagangan dwipihak antara Amerika Serikat dan Chili telah tumbuh lebih dari 60% sejak saat itu.

            Keseluruhan perdagangan dengan Eropa juga tumbuh pada tahun 2006, membesar 42%. Belanda dan Italia merupakan mitra dagang Chili utama di Eropa. Keseluruhan perdagangan dengan Asia juga tumbuh signifikan hampir 31%. Perdagangan dengan Korea dan Jepang tumbuh secara berarti, tetapi Cina masih menjadi mitra dagang Chili terpenting di Asia. Keseluruhan perdagangan Chili dengan Cina mencapai $ 8,8 miliar pada tahun 2006, atau hampir 66% dari nilai hubungan dagangnya dengan Asia.

            Pertumbuhan ekspor pada tahun 2006 terutama disebabkan oleh kenaikan yang kuat dalam hal penjualan ke Amerika Serikat, Belanda, dan Jepang. Ketiga-tiga pasar ini menambah porsi ekspor Chili sebesar $ 5,5 miliar. Ekspor Chili ke Amerika Serikat seluruhnya sejumlah $ 9,3 miliar, merupakan kenaikan sebesar 37,7% dibandingkan tahun 2005 ($ 6,7 miliar). Ekspor ke Uni Eropa adalah sebesar $ 15,4 miliar, suatu kenaikan sebesar 63,7% dibandingkan tahun 2005 ($ 9,4 miliar). Ekspor ke Asia naik dari $ 15,2 miliar pada tahun 2005 menjadi $ 19,7 miliar pada tahun 2006, suatu kenaikan sebesar 29,9%.

Pada tahun 2006, Chili mengimpor komoditas senilai $ 26 miliar dari Benua Amerika, atau 54% keseluruhan impor, diikuti oleh Asia sebesar 22%, dan Eropa sebesar 16%. Para anggota Mercosur merupakan pemasok utama impor bagi Chili, yakni sebesar $ 9,1 miliar, diikuti oleh Amerika Serikat sebesar $ 5,5 miliar dan Uni Eropa sebesar $ 5,2 miliar. Dari Asia, Cina merupakan eksportir terpenting bagi Chili, senilai $ 3,6 miliar. Pertumbuhan impor yang kuat dari-tahun-ke-tahun secara khusus dari Ekuador (123,9%), Thailand (72,1%), Korea (52,6%), dan Cina (36,9%).
           
            Profil keseluruhan perdagangan Chili secara tradisional bergantung pada ekspor tembaga. Perusahaan milik negara, CODELCO, merupakan perusahaan penghasil tembaga terbesar di dunia, dengan cadangan tembaga tercatat untuk 200 tahun ke depan. Chili telah mengupayakan perluasan ekspor nontradisional. Ekspor non-mineral terpenting adalah kehutanan dan produk kayu olahan, buah segar dan buah olahan, tepung ikan dan hasil laut, dan anggur.

Berikut ini merupakan grafik Neraca Perdagangan di Chili, dari tahun 2006-2014



Berikut merupakan sebagian Neraca Pembayaran (Balanced Of Payments) Negara Chili, untuk lebih lengkap dapat dilihat di http://www.tradingeconomics.com/chile/current-account-balance-bop-us-dollar-wb-data.html



Nama :
1. Ayu Ningtiyas
2. Matthew Agape Sitorus
3. Nurul Husaidah

Sumber :


Pertumbuhan Ekspor terhadap Negara Italia - Indonesia


A.   Perkembangan Perekonomian dan Perdagangan Italia

1.      Total perdagangan Italia dengan Duni apada tahun 2013 sebesar US$ 324,76 miliar, atau turun sebesar 2,54% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012, yang tercatat sebesar US$ 333,24 miliar. Total perdagangan tersebut terdiri dari ekspor Italia ke Dunia periode  2013 sebesar US$ 164,86 miliar, atau naik sebesar 0,62% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012, yang tercatat sebesar US$ 163,85 miliar. Sedangkan, impor Italia dari Dunia sebesar US$ 159,90 miliar, atau turun 5,60% apabila dibanding nilai impor tahun 2012, sebesar US$ 169,39miliar.Neraca perdagangan Italia dengan Dunia tahun 2013, surplus sebesar US$ 4,97miliar. Sementara itu, pada periode yang sama tahun 2012, neraca perdagangan Italia dengan Dunia tercatat deficit sebesar US$ 5,55 miliar.

2.      Negara tujuan utama ekspor Italia, pada tahun 2013, antara lain :
Jerman sebesar US$ 21,33miliar dengan penurunan sebesar 4,18%, dan pangsanya sebesar 12,94%. Kemudian Perancis, dengan nilai sebesar US$ 18,86 miliar, turun sebesar 1,67%, dan pangsanya sebesar 11,44%. Selanjutnya, Amerika Serikat sebesar US$ 10,77miliar (+0,25%); Swiss sebesar US$ 9,83 miliar (+2,21%), dan Inggris sebesar US$ 7,84 miliar (-0,03%). Nilai ekspor Italia ke Jerman, dan Perancis yang tergabung dalam Uni Eropa, dan Amerika Serikat (di luarUni Eropa) pada periode ini, pangsanya mencapai 30,91% .

3.      Negara asal utama impor Italia, pada periode ini, antara lain : Jerman sebesar US$ 23,65miliar dengan penurunan sebesar 4,63%, dan pangsanya sebesar 14,79%. Kemudian, Perancis dengan nilai sebesar US$ 13,54miliar, turun sebesar 4,52%, dan pangsanya sebesar 8,46%. Selanjutnya, China sebesar US$ 10,12miliar (-4,39%); Russia sebesar US$ 9,39miliar (+13,89%), dan Belanda sebesar US$ 8,63 miliar (-1,29%). Nilai impor Italia dari Jerman dan Perancis yang tergabung dalam Uni Eropa, serta China sebagai negara di luar Uni Eropa pada periode ini, pangsanya mencapai 29,58% .

B.   Perkembangan Perdagangan Bilateral Italia dengan Indonesia

1.      Total nilai perdagangan Italia dengan Indonesia, pada tahun 2013 sebesar US$ 1.371,45 juta, atau naik sebesar 2,26% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012, sebesar US$ 1.341,15 juta. Total perdagangan tersebut, terdiri dari ekspor Indonesia pada periode 2013 sebesar US$ 895,69 juta, turun sebesar 1,74% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012, sebesar US$ 911,52 juta. Sementara itu, nilai Impor Indonesia pada periode 2013, sebesar US$ 475,76 juta, atau meningkat sebesar 10,74% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012, yang tercatat sebesar US$ 429,63 juta.

2.      Dalam neraca perdagangan Italia dengan Indonesia tahun 2013, Indonesia berhasil surplus sebesar US$ 419,93 juta, atau turun sebesar 12,86% dibanding surplus pada periode yang sama tahun 2012, yang tercatat sebesarUS$ 481,89 juta.


3.      Perkembangan impor Italia terhadap komoditi ekspor non migas utama Indonesia
tahun 2013 adalah sebagai berikut :

o   Minyak Kelapa Sawit (HS 1511) mencapai US$ 289,52 juta, meningkat sebesar
20,65% . Posisi Indonesia sebagai pemasok di urutan ke-1, diikuti Malaysia;
Belanda, dan Papua Nuigini;

o   Batu bara (HS 2701) mencapai US$ 115,40 juta, naik 120,55% (posisi pemasok urutan ke-2, setelah Amerika Serikat; Pangsa pasarnya, sebesar 13,31% .

o   Karet Alam (HS 4001) mencapai US$ 36,02 juta, meningkat sebesar 5,06% (posisi pemasok di urutan ke-1, diikuti Thailand, Pantai Gading, Malaysia, Vietnam) Pangsapasar Indonesia sebesar 26,96%.

o   Alas kaki (HS 6403) mencapai US$ 32,64 juta, naik 260,41% (posisi pemasok urutan ke-11, dimana urutan teratas secara berurutan, masing-masing China;  Romania, Belgia.);

o   Kopi (HS 0901) mencapai US$ 17,91 juta, naik 267,71% (posisi pemasok urutan ke-4, dimanaurutan teratas secara berurutan, masing-masing Brazil; Vietnam, India, Indonesia, dan Swiss). Pangsa pasar Indonesia sebesar 3,06%;

o   Coconut (copra), palm kernel (HS 1513) dengan nilai sebesar US$ 11,90 juta, turun sebesar 3,80% . Posisi pemasok urutan ke-1, diikuti Pilipina, Belanda, dan Jerman,.;

o   Industrial monocarboxylic fatty acids (HS 3823), dengan nilai sebesar US$ 11,39 juta, meningkat 23,17% (posisi pemasok di urutan ke-3, setelah Jerman dan Belanda);

o   Timah (HS 8001) dengan nilai sebesar US$ 11,03 juta, turun sebesar 14,50% (posisi pemasok urutan ke-1, diikuti Malaysia, Belanda, Belgia, danJerman.);

o   Yarn (othth sewing thread) of Synth Staple (HS 5509), dengan nilai sebesar US$ 9,11juta, naik 38,01% (posisi pemasok urutan ke-4, setelah Romania; Turki, dan Bulgaria.);

o   Other Furniture and Parts Thereof (HS 9403) mencapai US$ 7,10juta, mengalami penurunan sebesar 23,36% (posisi pemasok urutan ke-12, dimana urutan teratas secara berurutan, masing-masing China; Jerman, Polandia, Perancis, dan Romania.). Dari ke-10 komoditi ekspor non migas utama Indonesia di pasar Italia, pada periode ini, negara-negara pesaing Indonesia umumnya dari kawasan Eropa, Sedangkan dari kawasan Asia dan ASEAN pesaing Indonesia adalah : China; Thailand, Malaysia dan Vietnam. Sementara itu, dari beberapa komoditi ekspor yang potensial dari Indonesia ke Italia, pada periode ini, terdapat 3 (tiga) komoditi, dengan nilai di atas US$ 0,7 juta, yaitu :

*      Tricycles, Scooters, Pedal Cars and Similar Toys; Dolls' Carriages; (HS 9503), Dengan nilai US$ 3,80 juta, naik 39,44% disbanding tahun 2012. Posisi Indonesia di urutan ke-8, dimana Vietnam (ke-13) dan Malaysia (ke-14) sebagai pemasok dari ASEAN;

*      Vegetable products not elsewhere specified (HS 1404) mencapai US$ 2,84 juta, turun 37,71% disbanding periode yang sama tahun 2012. Posisi Indonesia di urutan ke-2, setelah Spanyol, diikuti Ekuador, dan China, dst.

*      Electric instantaneous or storage water heaters and immersion heaters; (HS 8516) mencapai US$ 0,84 juta, meningkat sebesar 20,61% disbanding periode yang samatahun 2012. Posisi Indonesia di urutan ke-23, dimana posisi teratas secara berturut-turut adalah China; Jerman; Romania, dan Perancis, dst.


4.      Impor Indonesia dari Italia antara lain:

o   Machinery For Preparing Or Making Up Tobacco, Not Specified (HS 8478) sebesar US$ 58,73 juta, meningkat sebesar 187,49% dibanding periode yang sama tahun 2012, yang mencapai US$ 20,43 juta;

o   Dishwashing Machines; Machinery for Cleaning or Drying Bottles (HS 8422) sebesar US$ 48,37 juta, meningkat sebesar 46,90% disbanding periode yang sama tahun 2012;

o   Machines & Mechanical Appliances having Individual Function (HS 8479) sebesar US$ 22,60 juta, naik sebesar 34,55%, disbanding tahun 2012; Ke-3 komoditi di atas kontribusinya terhadap nilai impor Indonesia dari Italia, pada tahun 2013, mencapai US$ 129,70 juta, atau sebesar 27,26% dari nilai total impor Indonesia dari Italia pada periode ini.

C.   Informasilainnya

1.      Pertemuan Buyer Italia dengan Eksportir Indonesia di Jakarta 22-27 Agustus 2013. Sebagai tindak lanjut pertemuan Forum Bisnis dengan sejumlah pengusaha di kota Udine, Februari2013 , Mr. Walter Macorsig dari perusahaan Trading Radecepapir SrL.,dari Friuli Venezia Giulia yang mewakili lima importir Italia meminta bantuanAtdag untuk mencarikan eksportir produk tapioka, plywood, copy paper, green coffee (Arabica dan robusta), dan shopping bag berbahan baku tapiokaKunjungan langsung ke para eksportir dimaksud di Jakarta mulai tangal 22-28 Agustus 2013. Sejalan dengan maksud tersebut, Atdag telah mendapatkan sejumlah eksportir produk dimaksud antara lain : PT. Sungaibudi (tapioka); PT. Kayu Lapis Indonesia / PT. Idola Tunggal (plywood); PT. Envi Plast / Inter Aneka Lestari Kimia (shopping bag dari tapioka); PT. Asia Pulp Resources International Limited (copy paper); CV. Morning Glori (green coffee); CV. Kelli Suryana (green coffee).

2.      Pertemuan Bisnis dengan Importir Kulit Mr. Paolo Terranova Pada tanggal 26 Juli 2013 importir kulit Italia Mr. Paolo Terranova dari kota Leini, Turino-Piedmont, Italia telah menemui Atdag di KBRI untuk meminta bantuan mencarikan eksportir kulit domba, dan kambing dari Indonesia. Menurut pengakuannya dari teman sesame importer bahwa kulit buatan Indonesia sangat bagus buat baha nbaku glove / sarung tangan. Sebagai tindak lanjut permintaan tersebut, Atdag telah menghubungi kantor dinas perdagangan kota Jogyakarta.


Nama :
1. Ayu Ningtiyas
2. Matthew Agape Sitorus
3. Nurul Husaidah

Sumber :


Manajemen Sumber Daya Manusia

Bagaimana Persiapan dalam Menghadapi Wawancara Kerja baik Offline maupun Online ?             Dewasa ini, kita semua pasti sudah seri...